artikel paling keren

Archive for 2012

Rute Koperasi Angkutan Bekasi

By : Bayu Dwi Otista
dibawah ini adalah rute-rute trayek koasi atau singkatan dari Koperasi Angkutan Bekasi, jikalo sohib pada kepengen kemana boleh be :


- K-01, Perumnas III Bekasi-Pulo Gadung.
Rute : Perumnas 3 Bekasi-Bulak Kapal-Terminal Bekasi-Stasiun KA-Kranji-Cakung-Pulo Gadung
- K-02, Pekayon-Pondok Gede - Terminal Bekasi.
Rute : Pondok Gede-Pekayon-Metropolitan Mall/Giant-RS Mitra Keluarga-Pemda-Stasiun KA, Pasar Proyek-Terminal
- K02 A, Bumi Mutiara - Pondok Gede lewat Villa Nusa Indah.
- K-03, Bintara-Kranji
- K-04, Perumnas I Bekasi. Rute : Perumnas I Bekasi-Buaran-Pemda-Stasiun KA-Terminal.
- K-04B, Gabus - Ganda Agung - Pasar Proyek - Terminal Bekasi
- K-04B, Irigasi - Rs.Mekarsari - Pasar Proyek - Terminal Bekasi (Borobudur)
beda 04B Ganda Agung sama 04B Irigasi :
04B Ganda Agung/Gabus, Lap.mekarsari Lurus
04B Irigasi, Lap.Mekarsari Belok Kanan
- K-05, Cikunir-Terminal Bekasi
- K-05A, Perumahan Taman Galaxi Indah-Terminal Bekasi
- K-05B, Perumnas II-Terminal Bekasi
- K06, Ujung Aspal-Pd. Gede-Kp. Rambutan
- K06B, Kranggan - Ujung Aspal-Pd. Gede - Kp. rambutan
- K-07, Perumahan Seroja-Terminal Bekasi
- K-09, Babelan-Terminal Bekasi
- K-09B, Metropolitan Mall - Babelan Perumahan Taman Wisma Asri. Rute Lengkap : Dari Perumahan Taman Wisma Asri : Jl.Perjuangan - Bulan-bulan ( Stasiun Kereta Api )- Stadion - Rumah sakit Mitra Keluarga - Islamic Centre - Metropolitan Mall. Dari Metropolitan Mall
Metropolitan Mall - Polres Metro Bekasi - Mesjid Agung Al Barkah - Stasiun Kereta Api - Jl. Perjuangan - Perumahan Taman Wisma Asri
- K-09P, Stasiun KA Bekasi - Perumahan Villa Indah Permai ( VIP ) Bekasi Utara.
- K-10, Ujung Harapan-Terminal Bekasi
sticker "sektor V", PUP -Terminal Bekasi
- K-10B, Tol Bekasi Timur-Metropolitan Mall
- K-11, Bantar Gebang-Terminal Bekasi
- K-11A, Perumahan Rawalumbu-Rawa Panjang / Terminal Bekasi
- K-11B, Perumahan Narogong - Rawa Panjang
- K-12, Kampung Cerewed/Duren Jaya-Terminal Bekasi
- K-12A, Wisma Jaya-Terminal Bekasi
- K-12B, Cerewed-Bekasi Cyber Park (BCP)
- K-13, Bantar Gebang - Setu
TRAYEK NYA : Bantar Gebang - Padurenan - Gerbang perumahan (BAH, Bekasi Timur regensi, Dukuh Zambrud - Grand Regency ) - prapatan cimuning - Cijengkol - Setu.
- K-14, (cibitung) Kampung utan - Serang/setu
- K-15, Taruma Jaya-Terminal Bekasi
- K-15A, Pondok Ungu Permai [BTN Lama]-Terminal Bekasi
- K-16, Tambun-Tambelang-Balongasem
- K-16A, Perum Papan Mas-Terminal Bekasi
- K-16B, Villa Bekasi Indah - Tambun - Terminal Bekasi
- K-16B, Graha Prima - Tambun - Terminal Bekasi
- K-16B, Taman Raya - Tambun - Teriman Bekasi
- K-16C, Perum Griya Asri-Terminal Bekasi
- K-17, Terminal Cikarang-Cibarusah
- K-18, Cikarang-Pilar-Sukatani
- K-19, Bekasi-Pondok Timur
- K-19 A, Bekasi - Jatimulya
- K-19 A, (atas kuning) : Bekasi - Mustika Sari
- K-21A, Pabuaran-Kecapi-Pondok Gede-Kp. Rambutan
- K-21B, Bantar gebang-kecapi-pondok gede-Kp. Rambutan
- K-23, Tambun-Mustika Jaya/Ciketing
- K-25, Pulo Gebang-Rawa Panjang
- K-28, Ciangsana-Ujung Aspal-Sumir-Setu-TMII-Kp. Rambutan
- K-28 Tol, Ciangsana-Ujung Aspal-Tol JORR-TMII-Kp. Rambutan
- K-30, Perum Taman Harapan Indah-Terminal Bekasi
- K-31, Perum Taman Harapan Baru-Terminal Bekasi
- K-32, Sukadanau-Warung Bongkok-Cikarang
- K-33, Terminal Cikarang-Lemahabang
- K-34, Rawa Kalong-Terminal Bekasi
- K-34A BumiSani-Terminal Bekasi
- K-36, Regensi-Cibitung-Terminal Bekasi
- K-36A, Regensi-Taman Aster-Cikarang
- K-39, SKU-Tridaya 1
- K-39, Terminal Bekasi-Margahayu-Kota Legenda
- K-39B, Perum Trias (Tridaya Indah Asri)-Terminal Bekasi
- K-39C, Cibitung-Cikarang
- K-40, Pasar Rebo - Kampung Rambutan
- K-44, Komsen-Cakung-Kranggan-Cibubur-Tol Jagorawi-Kp. Rambutan
- K-45, Metropolitan Mall/Tol Bekasi Barat-Lippo Cikarang
- K-45, Pulogadung-Rawa Kalong
- K-50, Tol Bekasi Timur-Lippo Cikarang
- K-58, Klender-Cililitan. Rute : Kalimalang - Caman - Gerbang Tol Jatibening - Keluar Halim - Cililitan.
- K-62, Jababeka-Cibitung lewat kali malang

jikalo ade nyang kurang lengkap, tambahin ge ya bang, mpo, nce, nde.
Tag : ,

Kamus Bahasa Bekasi

By : Bayu Dwi Otista
di bawah ini biasanye kata-kata sering dipake ama orang tambun :


- abong ge: tidak mungkin/mustahil
- aer: air
- amben : gesper / ikat pinggang
- angot : kambuh
- apa bae: apa saja
- ada-ada bae : ada-ada saja
- ajag-ijik: kesana-kesini
- baba : bapak
- bagel : timpuk atau melempar ke dengan suatu benda kearah tertentu
- bagen : biarin
- bagen temen Nanan : bodo amat
- biluk : belok
- blangsak : sial
- bokor: tempat air
- bocah : anak kecil
- dimari : disini
- dimaro : disana
- duit : uang
- dupak : tending
- emak : ibu
- engkong : kakek
- entong : anak laki-laki
- ge : Silakan, mari
- genengan : lah itu..?
- gerawakan : teriak
- ilok : masaa.?
- jaro : pagar halaman.
- kasut : sepatu
- kresek : kantong dari plastik
- lipen : Lipstik
- mamang : paman, bisa juga encang
- magel: lagi makan keseret atau tersedak makanan
- nge jedog : berdiam diri sambil malas-malasan
- nyengget : memetik buah menggunakan gala/bamboo
- nanan ah : Bodo amat ahh
- ora danta: tidak jelas
- ora puguh : tidak jelas
- ora keduman : tidak kebagian
- ora semenggah : tidak resep, gak enak
- olok : boros
- ontong : jangan
- paduk : tersandung
- pas anu ge : pas pada saat itu
- Pe'ra : kasar,tidak enak
- piso : Pisau
- po’on : pohon
- rambet : jambret/copet
- redio : radio
- selampe : sapu tangan
- sengkelit: mengunci pintu dari dalam menggunakan pengait
- seno : anak perempuan
- semprakan : semenjak
- sepa : songong, tidak hormat
- sepan : pendek
- sipat : yang Buat item2 in alis
- tatakan : alas buat memotong ( talenan )
- tipi : tele visi
- tibla : tindihin, timpa
- tempo hari : beberapa hari yang lalu
- tengari : tengah hari
- terakelan : memanjat
- udut : rokok
- uyah : garam
- uwa : nenek, bisa juga nyai’
- uwak-uwakan : berantakan
- uweng : panas bolong
- wayah gini : saat ini, waktu ini

mungkin masih banyak lagi kata-kata nyang dipake ama orang tambun sedari itu maka cerite ini masih besambung.
Tag : ,

Sejarah Gedong Joang Tambun

By : Bayu Dwi Otista

Seperti halnya daerah lain di Indonesia, Bekasi yang letaknya berdampingan dengan Jakarta memiliki sejarah perjuangan melawan penjajah yang tak kalah heroik. Perjuangan rakyat Bekasi sempat diabadikan dalam puisi terkenal karya Chairil Anwar, Karawang-Bekasi.
Yang menarik, Bekasi masih memiliki gedung bersejarah peninggalan pra masa kemerdekaan yang dikenal sebagai Gedung Tinggi yang terletak di jalan Sultan Hasanudin, dekat Pasar Tambun dan Stasiun kereta api Tambun. Gedung Tinggi ini sekarang dikenal sebagai gedung juang 45. Bangunan berarsitektur neoklasik ini dibangun oleh tuan tanah Kow Tjing Kie pada tahun 1910. Gedung tinggi ini merupakan salah satu gedung bersejarah yang turut menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Bekasi saat revolusi fisik. Ketika itu daerah Tambun dan Cibarusah menjadi pusat kekuatan pasukan republik Indonesia (RI). Perlu diketahui bahwa pada saat revolusi kemerdekaan, garis demarkasi yang memisahkan daerah Republik Indonesia dengan daerah kekuasaan Belanda terletak didaerah Sasak Jarang, sekarang menjadi perbatasan antara kecamatan Bekasi Timur dengan Kecamatan Tambun dan merupakan perbatasan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi.
Akibat serangan bertubi-tubi, pertahanan pasukan Belanda di Bekasi sering ditinggalkan. Mereka kemudian memusatkan diri ke daerah Klender Jakarta Timur. Sebaliknya, para pejuang Indonesia menjadikan gedung tinggi ini sempat dijadikan sebagai pertahanan di front pertahanan Bekasi- Jakarta.
Dikuasai Tuan Tanah
Setelah pasukan Belanda meninggalkan Bekasi. Gedung Juang yang terdiri dari dua lantai ini, dimiliki dan dikuasai seorang tuan tanah keturunan Cina bernama Kouw Oen Huy. Tuan tanah yang berhasil menguasai ratusan hektare tanah di Kecamatan Tambun, bahkan memiliki perkebunan karet. Ia digelari ‘Kapitaen’.
Ia tidak hanya menguasai tanah di Tambun tapi juga daerah Tekuk Pucung yang jaraknya puluhan kilometer dari Tambun, termasuk di daerah Cakung, juga menjadi milik tuan tanah ini.
Gedung Juang yang kini menjadi perkatoran milik Pemerintah Kabupaten Bekasi, dibangun dua tahap, tahun 1906 dan tahun 1925. Pada awalnya, di bagian halaman muka Gedung Juang ini, dijadikan taman buah yang diantaranya banyak ditanami pohon mangga yang pada saat itu belum pernah dikenal masyarakat Tambun dan Bekasi.
Tuan tanah Kouw Oen Huy, menguasai bangunan tua ini hingga 1942. Selanjutnya, tahun 1943, bangunan bersejarah tersebut berada di bawah pengawasan pemerintahan Jepang hingga tahun 1945. Tentara Jepang, juga menggunakan bangunan tua ini sebagai pusat kekuatannya dalam menjajah Indonesia.
Pada masa perjuangan kemerdekaan 1945, bangunan yang berlokasi di atas tanah sekitar 1000 meter ini, diambil alih oleh Komite Nasional Indonesia (KNI) untuk dijadikan sebagai Kantor Kabupaten Jatinegara. Pada masa itu, Bekasi dijadikan sebagai daerah front pertahanan, maka gedung tersebut berfungsi juga sebagai Pusat Komando Perjuangan RI dalam menghadapai Tentara Sekutu yang baru selesai perang dunia kedua.
Di gedung yang mempunyai makna monumental ini, perudingan dan pertukaran tawanan perang terjadi. Lokasi pelaksanaan pertukaran tawanan sendiri dilakukan di dekat Kali Bekasi yang kini tidak jauh dari rumah pegadaian Bekasi. Banyak tentara Jepang meninggal dibantai dan dibuang di Kali Bekasi, membuat setiap tahun tentara Jepang selalu melakukan tabur bunga di kali yang membentang kota Bekasi ini.
Dalam pertukaran tawanan, pejuang-pejuang RI oleh Belanda dipulangkan ke Bekasi, dan tawanan Belanda oleh pejuang RI dipulangkan ke Jakarta lewat kereta api yang lintasannya persis berada di belakang Gedung Juang. Gedung yang tidak jauh dari Pasar Tambun Bekasi ini, juga pernah dijadikan sebagai Pusat Komando Perjuangan RI pada masa perjuangan fisik. Gedung ini selalu menjadi sasaran tembak pesawat udara dan meriam Belanda. Banyak keanehan pada gedung ini. Ketika meriam Belanda dijatuhkan di atas bangunan tersebut, ternyata meriam itu tidak meledak dan hanya merusak sebagian kecil bangunan.
Akhir 1947, ketika Belanda menghianati perundingan Linggarjati tanggal 21 Juli, Belanda mengadakan aksi pertama (dikenal sebagai Agresi Militer Belanda Pertama). Mengingat gedung ini merupakan markas basis pertahanan, maka tidak mengherankan bila di sekitar gedung ini sering terjadi pertempuran dan pembantaian yang bertubi-tubi. Bahkan gedung ini pernah di duduki Belanda/NICA hingga tahun 1949. Namun, gedung yang sangat mempunyai nilai sejarah dan merupakan kebanggaan mayarakat Bekasi ini, kembali berhasil direbut oleh pejuang Bekasi pada awal 1950.


Museum Perjuangan Bekasi
Setelah masa perjuangan merebut kemerdekaan, gedung ini mengalami berbagai perkembangan dan perubahan fungsi. Selain bangunan bersejarah, bangunan tersebut sering digunakan sebagai pusat aktivitas.
Di antaranya, tahun 1950 setelah Tambun dikuasai lagi oleh Republik Indonesia, gedung ini diisi dan ditempati pertama sekali oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bekasi.
Juga pernah digunakan sebagai kantor Jawatan Pertanian dan jawatan-jawatan lainnya sampai akhir 1982. Bangunan yang berada di bagian timur Bekasi ini, juga sempat dijadikan sebagai tempat persidangan-persidangan DPRDS, DPRD-P, DPRD TK II Bekasi dan DPRD-GR hingga tahun 1960.
Tahun 1951, di gedung ini sempat diisi oleh pasukan TNI Angkatan Darat Batalyon “Kian Santang”. Batalyon Kian Santang ini sekarang menjadi bagian dari Kodam III Siliwangi. Tahun 1962, kemudian gedung ini dibeli Pemerintah Propinsi Jawa Barat. Ketika peristiwa Gerakan G 30S/PKI pecah, gedung ini juga sempat dijadikan sebagai penampungan Tahanan Politik (Tapol) PKI.
Mengingat letaknya yang strategis, oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi saat Bupati Bekasi dijabat Abdul Fatah, bangunan ini sempat dijadikan sebagai tempat perkuliahan bagi mahasiswa Akademi Pembangunan Desa (APD) yang merupakan cikal bakal pembangunan perguruan tinggi di Bekasi, dan kini dikenal dengan Universitas Islam 45 (Unisma).
Manfaat lain gedung ini, juga sempat digunakan sebagai Kantor BP-7 dan Kantor Legiun Veteran. Tahun 1999, di gedung menjadi sekretraist Pemilu. Lalu menjadi kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Sekretarit Kantor Pepabri dan Wredatama. Kini gedung yang menghadap timur ini, menjadi kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kantor Tenaga Kerja Pemertintah Kabupaten Bekasi.
Suasana gedung kuno terasa melingkupi seluruh gedung, apalagi gedung ini cukup luas dan terasa senyap jika tidak ada kegiatan yang melibatkan orang ramai. Yang ramai justru suara burung Walet dan kelelawar…
Gedung ini sempat diabadikan dalam film “Lebak Membara”, dimana HIM Damsyik sebagai pejuang tewas setelah jimat kebal pelurunya tersangkut dipagar saat hendak menurunkan bendera musuh dihalaman gedung Tinggi :-).
Diakhir tahun 90-an, Gedung Tinggi ini rimbun oleh pohon angsana yang tinggi dan besar. Sayangnya, kerimbunan pohon yang membawa kesejukan ini akhirnya terkalahkan setelah Pemerintah Bekasi memutuskan membangun kantor Dinas Pasar yang menempati sudut halaman Gedung Tinggi dan menumbangkan pohon angsana yang sudah lama menaungi keteduhan halaman Gedung Tinggi.
Tag : ,

Sepenggal kisah tentang KRD lintas Purwakarta

By : Bayu Dwi Otista
*Mukadimah

KRD adalah singkatan dari Keretaapi Rel Diesel yaitu alat transportasi darat yang berjalan di rel tanpa bantuan lokomotif karena di setiap 1 keretanya terdapat satu kabin masinis (2 kabin masinis untuk KAIS WIJAYAKUSUMA dan KAIS RAILONE). Setiap satu set KRD terdiri dari 2KD atau 4KDE/I.

Tak disangka tak dinyana ternyata DAOP 1 JAKARTA dulu mempunyai armada KRD terbanyak (biangnya KRD). Rute-rute yang pernah dilayani oleh KRD ini salah satunya ialah rute Jakartakota/Manggari-Tambun-Cikarang-Karawang-Cikampek-Purwakarta.



*Pola Operasi

KRD lintas purwakarta ini mempunyai 3 armada KRD (KD3). Setiap armada terdiri dari 2 set atau 4KD3. 2 armada KRD menginap di dipo Bukit Duri dan 1 armada lagi menginap di stasiun Karawang. KRD ini berhenti disetiap stasiun dan halte yang disinggahinya antara lain Jakartakota/Manggarai-Kampungbandan-Rajawali-Kemayoran-Pasarsenen-Gangsentiong-Kramat-Pondokjati-Jatinegara-Klender-Buaran-Klenderbaru-Cakung-Kranji-Bekasi-Tambun-Cibitung-Cikarang-Lemahabang-Kedunggedeh-Karawang-Klari-Kosambi-Dawuan-Cikampek-Cibungur-Sadang-Purwakarta.

Di GAPEKA tahun 2002 KRD ini mempunyai nomer KA yaitu KA 800 sampai KA 816 dengan pola operasi sebagai berikut :

-1 rangkaian yang menginap di KW jalan jam 5.00 dengan nomer KA 801 menuju JAKK, setelah sampai JAKK KA 801 akan berubah nomer KA menjadi KA 804 dengan tujuan hanya sampai stasiun tambun (TB), dari TB KA 804 berubah menjadi KA 807 dengan relasi TB-JAKK berangkat dari TB jam 8.15, sampai di JAKK KA ini berubah nomer lagi menjadi KA 810 untuk relasi JAKK-PWK, sampai di PWK KA 810 ini berubah menjadi KA 813 dengan relasi PWK-JAKK, sampai di JAKK KA 813 berubah menjadi KA 816 untuk tujuan akhir KW dan distabling ke sepur simpan untuk dijalankan besok paginya.



-1 rangkaian yang menginap di dipo BUD keluar kandang dipo jam 5.00 menuju stasiun manggarai (MRI) dan diberangkatkan dengan nomer KA 800 dengan relasi MRI-CKR, setelah sampai CKR berubah nomer KA menjadi KA803 untuk tujuan JAKK yang diberangkatkan pukul 6.00, sampai JAKK berubah menjadi KA 806 dengan tujuan sampai stasiun Cikarang lagi, sampai CKR KA806 menjadi KA 809 yang diberangkatkan pukul 9.15 untuk tujuan JAKK, sampai di JAKK berubah menjadi KA 812 untuk tujuan PWK, samapi di PWK KA ini akan berangkatkan menuju stasiun manggarai dengan nomer KA815, selanjutnya KRD ini balik kekandang dipo Bukitduri.



-1 rangakaian lagi yang menginap di dipo BUD diberangkatkan dari MRI jam 5.30 dengan nomer KA 802 untuk tujuan hanya sampai stasiun Tambun, samapi di TB KA ini berubah menjadi KA 805 dengan relasi TB-JAKK yang diberangkatkan jam7 pagi, di JAKK berbah menjadi KA 808 dengan relasi JAKK-CKP, sampai CKP berubah menjadi KA 811 untuk tujuan JAKK, sampai di JAKK berubah menjadi KA 814 yang hanya sampai stasiun cikarang, selanjutnya KA ini berangkat dengan nomer KA 814 menuju manggarai, sampai di MRI KRD pulang ke dipo BUD.



*Akhir Riwayatnya

Akhir tahun 2004 salah satu mesin KRD ini terbakar di stasiun Lemahabang yaitu KA 821 rute CKP-JAK sehingga KA 823 rute PWK-JAK yang berada 1 jam di belakangnya harus dijadikan satu (penggabungan KA), alhasil KRD ini menjadi 4 set alias 8KD3 dan ada pengurangan jadwal. Awal tahun 2005 mesin-mesin KRD ini benar-benar mati semua dan gak bisa jalan sama sekali. Tugas KRD ini pun harus berakhir dan digantikan oleh rangkaian K3 eks KD dengan 2 armada (satu menginap di CKP dan yang satunya lagi menginap di PSE) yg ditarik dengan lokomotif dengan awal formasinya BB303/304/306+4K3 tanpa BP maupun KP dan jadwalnya pun menyusut menjadi 4 jadwal kearah hulu dan 4 jadwal kearah hilir.



*Penutup

Dengan berakhirnya dinasan KRD lintas ini, berakhir pula masa-masa kejayaan KRD di DAOP 1 karena semua KRD di DAOP 1 awal 2005 benar-benar hilang dari GAPEKA. Apakah DAOP 1 kebagian armada KRD lagi seperti DAOP-DAOP laen yang telah kebagian KRD (KRDI maupun KRDE) setelah BUMIGEULIS sudah capek wari-wiri dari Bogor ke Sukabumi?


krd eko di stasiun cibitung.
Tag : ,

- Copyright © SOARA ORANG TAMBOEN - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -